السّلا م عليکم ورحمة الله وبرکة , انا احب الله ومحبة رسول الله
Tampilkan postingan dengan label Fakta Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fakta Islam. Tampilkan semua postingan

2 Februari 2011

Seseorang Yang Masuk Surga Meskipun Belum Pernah Sujud


بـــــسم الله الرّ حـــــمن الرّحـــــيم

Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu pernah berkata:”Tahukah kalian siapakah orang yang masuk Surga tetapi tidak pernah shalat walaupun sekali?” Kemudian dia sendiri yang menjawab: “Dia adalah Amr bin Tsabit”.

Ibnu Ishaq berkata bahwa Hushain bin Muhammad pernah berkata: “Aku bertanya kepada Mahmud bin Labid,’Bagaimana kisah Amr bin Tsabit itu?’, ia menjawab, ’Dulunya, Amr bin Tsabit itu menolak agama Islam. Akan tetapi, saat terjadi perang Uhud dia menjadi simpatik kepada Islam. Kemudian dia mengambil pedangnya dan bergabung dengan kaum muslimin.

Saat perang sedang berkecamuk dia masuk ke kancah peperangan sampai akhirnya dia terluka. Ketika ditemukan oleh orang-orang yang sekabilah dengannya, mereka bertanya,’Apa yang membuatmu datang ke mari? Apakah karena kasihan pada kaum kabilahmu, ataukah karena kau ingin masuk Islam?’ Dia jawab,’Ya, karena aku ingin masuk agama Islam, aku telah berjihad bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sehingga aku terluka begini’.

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi ura sallam bersabda, ’Sungguh dia adalah ahli Surga.”‘ Dalam riwayat lain disebutkan: Kemudian dia meninggal -karena lukanya- maka dia masuk surga dan tidak pernah melaksanakan shalat sekalipun ( Fathul Bari Syarh Shahihul Bukhari (6/25) Kitab Al-jihad. Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata: “Sanad hadits ini shahih) .

Kisah tersebut juga diriwayatkan dengan redaksi lain Az-Zuhri dan Urwah berkata: “Ada seorang budak hitam dari Habasyah yang tinggal di daerah Khaibar, saat itu dia sedang menggembalakan kambing milik tuannya. Ketika dia melihat penduduk Khaibar telah memegang senjata perang mereka, dia bertanya, ’Mau apa kalian?’, mereka menjawab, ’Kami akan memerangi orang laki-laki yang mengaku nabi itu.’

Saat mendengar kata “Nabi” disebut dia langsung pergi dengan kambingnya menghadap kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian bertanya pada beliau, ’Kepada apa Anda mengajak orang?’ Nabi menjawab,’Aku akan mengajakmu kepada Islam kepada persaksian bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa aku ini adalah utusar Allah, dan aku juga mengajak agar kau tidak menyembah kecuali kepada Allah’.

Kemudian si budak tadi berkata ‘Apa yang bisa aku dapatkan bila aku mengikrarkan persaksian tadi dan beriman kepada Allah?’. Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ’Kau akan mendapatkan Surga bila mati atas hal itu.’ Lalu dia masuk Islam dan berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ’Hai Nabi Allah, kambing-kambing ini adalah amanat yang ada padaku.’ Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyarankan, ‘Keluarkan kambing-kambing itu dari laskar kami dan lemparilah dengan batu kerikil niscaya Allah akar membantumu memberikan amanat itu pada yang punya.

Lalu dia kerjakan apa yang diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ternyata kambing-kambing itu kembali pulang kepada pemiliknya, hingga tuannya yang Yahudi itu tahu bahwa budaknya telah masuk Islam. Setelah itu beliau memberikan nasihat-nasihat kepada kaum muslimin.”

Dalam riwayat ini juga disebutkan bagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sdllam memberikan bendera komando kepada Ali radhiallahu ‘anhu Dan di bawah kepemimpinan Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu budak hitam itu meninggal. Kaum muslimin yang ada saat itu menggotongnya ke tempat berkumpulnya pasukan Islam, kemudian memasukkannya ke dalam kemah. Mereka berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menengok ke dalam kemah lalu berkata kepada para sahabat: “Sungguh, Allah telah memuliakan budak ini dan menggiringnya menuju kebaikan.

Agama Islam telah benar-benar berada dalam hatinya. Sungguh, aku telah melihat di sisi kepalanya dua bidadari yang cantik.” Al-Hafizh Al-Baihaqi meriwayatkan kisah ini dengan sanadnya dari Jabir bin Abdillah, dia berkata: “Suatu saat kami pernah bersama dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di perang Khaibar. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengirimkan pasukannya lain datanglah seseorang dengan kambing-kambing yang sedang digembalakannya” Untuk selanjutnya riwayat ini sama dengan kisah budak hitam di atas.

Dalam riwayat tersebut dikatakan bahwa orang tersebut akhirnya ter bunuh dalam keadaan syahid, sementara dia tidak pernah bersujud kepada Allah Subhanaahu wa Ta’ala sekalipun!”




Sayed Man, Gangster Yang Menangis Saat Mendengar Al Quran


بـــــسم الله الرّ حـــــمن الرّحـــــيم

Saat pindah ke bagian barat Jerman, usai tembok Berlin runtuh, Sayed Mann, kala itu 12 tahun, adalah bocah yang tengah bingung mencari identitas diri. Keluarganya berasal dari Jerman Timur.

Tumbuh besar di lingkungan sosialis, agama tidak pernah ada dalam kamus keluarga dan hidupnya. Ia cenderung tersenyum sinis saat melihat orang-orang pemeluk keyakinan tertentu, termasuk Muslim,

Di Jerman Barat ia melihat situasi yang berbeda. Imigran lebih banyak dijumpai dan ia pun berkawan dengan beberapa orang asing.

“Saya tidak terbiasa dengan kehidupan baru saat itu,” aku Sayed. “Kami tiap hari hidup seperti sampah. Idola kami adalah orang-orang kulit hitam Amerika yang tinggal di pemukiman terisolir,” tuturnya.

Mengidolakan mereka, pria yang dulunya bernama Sved Mann itu pun juga mencontoh perilaku para imigran itu. “Saya melakukan banyak hal buruk termasuk mencuri dan sebagainya,” kenang Sayed.

Hingga akhirnya ia bertemu dengan seorang imigran berasal dari Turki yang menjadi kawan akrabnya. Si kawan itulah yang kemudian mengenalkan Sayed pada Islam dan berhasil mengajaknya memeluk agama tersebut.

Kawan Sayed memiliki kakak lelaki seorang imam masjid lokal. Ketika si adik memberi thau niatnya untuk mengajak Sayed berkunjung ke masjid, sang imam mengaku pesimis.

“Saya bilang, ‘Dia? Tidak Mungkin’. Tapi adik saya sudah bertekad bulat. Bahkan ia mengatakan Sayed akan memeluk Islam sepulangnya saya dari bepergian,” tuturnya.

Tiga bulan kemudian, ketika si imam pulang kembali ia tiba-tiba disambut oleh Sayed dengan sapaan Assalamu’alaikum. “Wow saya terkejut. Ini benar-benar luar biasa,” ujarnya. “Saya bahkan sempat bertanya (pada Sayed-red) ‘Apa yang terjadi padamu?’”.

Rupanya si imam memahami selama ini Sayed selalu mencari, namun ia tak pernah-pernah meluangkan waktu dan cenderung mengabaikan ketimbang bersungguh-sungguh.

“Ia mengatakan selalu percaya dengan keberadaan Tuhan, saya kira itulah yang menuntun dia,” kata si imam. “Saya melihat ia bahagia telah menemukan Islam.

Kini si imam bahkan menjadi guru mengaji Sayed. Dengan disiplin ia belajar bahasa Arab demi dapat membaca Al Qur’an

Tapi Sayeed tak ingin disebut pindah agama. “Tak pernah ada istilah berubah agama dalam Islam,” ujarnya. “Dalam Al Qur’an disebutkan tak ada paksaan dalam beragama,” imbuh Sayed lagi.

Lalu? “Saya lebih suka mendeskripsikan sebagai ‘seseorang telah mengenalkan saya pada Islam dan saya menuju agama itu,” papar Sayed.

Ketika ditanya oleh Cengiz Kultur, sebuah proyek independen pembuatan film dokumenter tentang agama dan budaya di Jerman, mengapa ia memilih Islam, dengan mantap Sayed menjawab, “Karena pada akhirnya semuanya adalah, Islam,” ujarnya menekankan pada makna kata tersebut yakni berserah diri.

Ia telah mengucapkan ikrar dengan syahadat sepuluh tahun lalu. Sejak saat itu ia rajin membaca untuk mengetahui dan mengenal lebih dalam apa makna Islam, termasuk bagi dirinya.

Islam bagi Sayed adalah menyerahkan keinginan diri di bawah kehendak Tuhan. Mengapa ia mau melakukan? “Karena dengan itu nanti saya dapat bertemu dengan Pencipta saya, saya dapat menjumpai surga. Saya berhak untuk itu dan saya kira itulah Islam menurut saya saat ini,” papar Sayed ketika ditanya esensi Islam o

Sejak sepuluh tahun pula, Sayed melakukan shalat lima kali dalam sehari. “Ketika anda shalat anda absen dan istirahat dari dunia dan seluruh isinya. Anda membersihkn dan menghadap Sang Pencipta,” ujarnya.

Ia mengaku tak ada strategi khusus untuk melakukan shalat lima kali dalam sehari di Jerman. “Setiap orang pasti bisa menemukan tempat untuk berwudhu, membasuh diri dan melakukan shalat,” ujarnya tanpa beban.

Sayed mengaku menemukan keyakinannya setelah diskusi panjang dengan si kawan tadi dalam satu malam. “Setelah itu saya langsung menyatakan ingin pergi ke masjid bersamanya,” ungkap Sayeed.

Ketika itu subuh dan seorang anak kecil tengah melantunkan ayat-ayat suci Al Qur’an. Tiba-tiba Sayed pun menangis. “Saya tidak tahu mengapa. Saya tidak paham bahasa Arab, saya tidak tahu apa yang ia baca, tidak tahu apa pun,” kenangnya.

“Tapi hati saya jelas telah memahami sesuatu. Itu benar-benar pengalaman luar biasa,” tutur Sayed. “Saya yang hidup di jalan ala gangster tiba-tiba bisa menangis dan tidak tahu mengapa.”

Kini selain ketenangan dan keteraturan hidup Sayed juga menemukan hal berharga lain dalam Islam. “Ketika anda menjadi seorang Muslim, anda kehilangan teman tetapi anda mendapatkan saudara,” ujarnya. Dengan segera anda menjadi anggota sebuah keluarga. Ini sesuatu yang tidak bisa saya peroleh dalam gereja-gereja di Jerman.”




"Menakjubkan" Masjid Jin, Saksi Keimanan Sekelompok Jin


بـــــسم الله الرّ حـــــمن الرّحـــــيم



Sekelompok Jin menyatakan keislamannya yang diterangkan dalam Alquran surah Jin ayat 1-2. "Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin mendengarkan Alquran. Lalu, mereka berkata:

"Sesungguhnya, kami telah mendengarkan Alquran yang menakjubkan, yang memberi petunjuk kepada jalan yang benar. Karena itu, kami memercayainya dan kami tidak akan mempersekutukan Allah SWT dengan siapa pun juga."

Peristiwa ini terjadi saat Rasul SAW bersama para sahabat sedang melaksanakan shalat Subuh.
Ketika itu, Rasul SAW membaca surah Ar-Rahman [55] ayat 1-78. Dalam surah Ar-Rahman ini terdapat beberapa ayat yang berbunyi, "Maka, nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" Ketika ayat ini dibacakan, para jin yang hadir saat itu langsung menjawabnya dengan kalimat, "Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami tidak mendustakan nikmat-Mu sedikit pun. Segala puji hanya bagi-Mu yang telah memberikan nikmat lahir dan batin kepada kami."

Ibnu Mas'ud menyatakan bahwa ia ikut menyaksikan malam turunnya ayat Jin ini. Rasulullah SAW bersabda, "Aku didatangi juru dakwah dari kalangan jin. Lalu, kami pergi bersamanya, dan aku bacakan Alquran kepada mereka."

Peristiwa ini terjadi di sebuah masjid
Masjid ini terletak di kampung Ma'la, tak jauh dari pekuburan kaum Muslim di Kota Makkah. Dan kini, masjid itu dinamakan dengan Masjid al-Jin atau Masjid al-Bai'ah. Sebab, di tempat inilah para jin berbaiat atau menyatakan keislaman mereka kepada Rasulullah SAW untuk beriman kepada Allah SWT dan Kitab-Nya.

Awal Mula Cerita
Masjid ini menjadi monumen terpenting antara Rasulullah SAW dan para jin. Konon pada saat itu, para Jin berencana menuju Tihamah. Namun, mereka mendengar bacaan Alquran. Mereka sangat takjub mendengarnya, dan kemudian berdialog dengan Rasulullah SAW, lalu menyatakan keimanannya. Mereka kemudian menyampaikan hal itu kepada kaum jin. Penyampaian para jin yang berbaiat dengan Rasul SAW itu diabadikan dalam Alquran surah Al-Ahqaf [46]: 29-32.

Dalam Asbab an-Nuzul karya Jalaluddin as-Suyuthi disebutkan sebab-sebab diturunkannya surah Al-Ahqaf ayat 29-32. Diriwayatkan dari Ibnu Abi Syaibah dari Ibnu Mas'ud. Ketika Rasulullah SAW sedang membaca ayat-ayat Alquran, ada beberapa jin (sejumlah riwayat menyebutkan jumlahnya ada sembilan jin dan sebagian lain menyebutkan tujuh jin) yang turut mendengarkan bacaan Alquran dari Rasulullah SAW. Kemudian, salah satu dari jin itu mengingatkan teman-temannya, "Diamlah, perhatikan bacaannya." Sesudah itu mereka kembali kepada kaumnya untuk mengingatkan mereka pada jalan yang benar.

Dalam kitab Ad-Durur al-Manshur disebutkan bahwa jumlah jin yang datang kepada Rasulullah SAW itu sebanyak tujuh jin. Sementara itu, menurut Ibnu Mas'ud sebagaimana dikutip Syekh Abdul Mun'im Ibrahim, dalam kitabnya Ma Qabla Khalqi Adam dan telah diterjemahkan dengan judul Adakah Makhluk Sebelum Adam? Menyingkap Misteri Awal Kehidupan, jumlah mereka sebanyak sembilan dan salah satu dari jin itu bernama Zauba'ah.

Responsif Dalam kitab Fath al-Bari bi syarh Shahih al-Bukhari bab Dzikru al-Jin disebutkan, pemimpin para jin itu bernama Wirdan. Para jin itu berasal dari Nasibain, yaitu sebuah daerah yang terletak di perbatasan antara Negara Irak dan Suriah, yaitu di dekat Mosul.

Menurut Abdullah ibnu Umar, ayat Alquran yang dibacakan Rasulullah SAW ketika itu adalah surah Ar-Rahman. Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada bagiku selain golongan jin yang lebih baik dalam merespons surah Ar-Rahman daripada kalian."

Para sahabat bertanya, "Bagaimana bisa, ya Rasul?" Rasulullah menjawab, "Ketika aku membaca ayat `Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan,' para jin berkata, "Wahai Tuhan kami, tidak ada sedikit pun dari nikmat-Mu yang kami dustakan."

Dalam hadis ini, Rasulullah SAW mengajarkan kepada para sahabatnya mengenai bagaimana mereka (golongan jin) menafakuri dan menadaburi (menelaah dan mencerna) ayat-ayat Allah SWT. Ketika ayat Alquran menanyakan sesuatu, para Jin itu dengan cepat merespons pertanyaan Allah.

Sementara itu, para sahabat masih terdiam dan terpaku mendengarkan ayat-ayat tersebut. Para jin lebih respek terhadap ayat yang banyak menggunakan kalimat istifham (pertanyaan) daripada manusia. Namun, diamnya para sahabat dalam merespons ayat Alquran ini masih lebih baik dibandingkan dengan orang - orang kafir Quraisy yang enggan mengimani dan meyakini kebenaran Alquran dan ajaran Islam.

Teguran Menurut Syauqi Abu Khalil dalam Atlas Al-Qur'an, surah Jin dan Al-Ahqaf itu memberikan teguran kepada orang orang kafir Quraisy dan Arab di Makkah yang terlambat merespons keimanan.

Mengherankan, jin yang notabene bukan berasal dari golongan manusia lebih cepat dalam menerima dan merespons dakwah yang disampaikan Rasulullah SAW daripada..........ORANG KAFIR.





Diet Sehat Ala Rosulullah


بـــــسم الله الرّ حـــــمن الرّحـــــيم



Rupanya tanpa kita sadari, dalam makanan yang kita makan sehari-hari, kita tak boleh sembarangan. Hal inilah penyebab terjadinya berbagai penyakit antara lain penyakit kencing manis, lumpuh, sakit jantung, keracunan makanan dan lain-lain penyakit.

Ustaz Abdullah Mahmood mengungkapkan, Rasullulah tak pernah sakit perut sepanjang hayatnya karena pandai menjaga makanannya sehari-hari. Berikut Adalah kebiasaan beliau yang tak pernah dilewatkan.

Jangan makan SUSU bersama DAGING
Jangan makan DAGING bersama IKAN
Jangan makan IKAN bersama SUSU
Jangan makan AYAM bersama SUSU
Jangan makan IKAN bersama TELUR
Jangan makan IKAN bersama DAUN SALAD
Jangan makan SUSU bersama CUKA
Jangan makan BUAH bersama SUSU (Contoh : KOKTEL)

Petunjuk Nabi Dalam Hal Memakan Makanan

1. Jangan makan buah setelah makan nasi, sebaliknya makanlah buah terlebih dahulu, baru makan nasi.
2. Tidur 1 jam kemudian, setelah makan di tengah hari.
3. Jangan sesekali tinggal makan malam. Barang siapa yg tinggal makan malam dia akan dimakan usia dan kolesterol dalam badan akan berganda.
4. Dalam Al-Quran juga melarang kita makan makanan darat bercampur dengan makanan laut.
Nabi pernah mencegah kita makan ikan bersama susu. karena akan cepat mendapat penyakit. Ini terbukti oleh ilmuwan yang menemukan bahwa dalam daging ayam mengandung ion+ sedangkan dalam ikan mengandung ion-, jika dalam makanan kita ayam bercampur dengan ikan maka akan terjadi reaksi biokimia yang akan dapat merusak usus kita.

Maha Besar Allah Yang Telah Mengutus Rasulnya Dengan Membawa Kebenaran.





30 Januari 2011

Rahasia Tidur Ratusan Tahun 7 Pemuda Ashabul Kahfi Terungkap

بـــــسم الله الرّ حـــــمن الرّحـــــيم



Kisah ini sangat terkenal baik bagi penganut agama Islam atau Kristen. Ashabul Kahfi dalam Islam yaitu kisah yang menceritakan 7 pemuda yang mendapat petunjuk dan beriman kepada Allah lalu tertidur lelap dalam gua selama 309 tahun. Mereka melarikan diri dari kekejaman raja Dikyanus. Kejadian yang hampir mirip juga pernah terjadi pada beberapa kisah yang sudah pernah kami ulas sebelumnya (Baca: Ajaib, Terbangun setelah tidur panjang 19 Tahun). Sekarang mari kita kupas dimana resep rahasia tidur panjang tersebut berasal


Makanan
Kehebatan Ilmu manusia (ilmuwan) :
Cairan kombinasi es & garam yang disuntikkan dalam tubuh agar suhu darah menurun. Lumayan drop dari 37°C s/d 10°C. Apabila suhu darah sudah drop tentu saja metabolisme tubuh pun ikut turun. At least, ini sudah diuji coba pada seekor babi & berhasil. Namun ini hanya berhasil dalam beberapa jam saja.

Menurut para ahli dari University of California & Safar Centre for Resuscitation Research at the University of Pittsburgh, tempo bisa diperpanjang hingga hitungan hari, minggu bahkan bulan dengan catatan tubuh harus diberi makan dalam bentuk tetes yang dialirkan ke pembuluh darah.

Hanya konsekuensi hibernasi : rambut & kuku akan tetap tumbuh. Umur pun tetap bertambah.

Kehebatan Ilmu Allah (Ashabul Kahfi) :
Tidak ada asupan makanan apalagi minuman karena para pemuda itu tidur non-stop selama 300 tahun. Yang luar biasa umur tak bertambah sedikitpun.


Kotoran/ Tinja
Kehebatan Ilmu manusia (ilmuwan):
Sampai saat ini para peneliti masih kesulitan mengatasi urusan yang satu ini. Di antara binatang yang mengadopsi sistem hibernasi pun hanya beruang saja yang tidak punya masalah buang air besar.

Kehebatan Ilmu Allah :
Mereka tidak memiliki masalah ini. Apa dalilnya? Apakah anda punya argumentasi yang dapat menjelaskan seseorang yang tidak pernah mendapat asupan makanan & minuman sama sekali tapi masih bisa mengeluarkan kotoran? Bisa-bisa dehidrasi, dong? Jadi no input, no output!
Cahaya
Kehebatan Ilmu manusia (ilmuwan) :
Para ahli nampaknya belum melirik faktor yang satu ini untuk mempertahankan kondisi tubuh. Yang diyakini saat ini menggunakan sistem “drowning in icy water” alias tubuh direndam dalam air es. Metode ini terbukti mampu mengobati tubuh yang terluka atau menyelamatkan pasien serangan jantung setelah “mati” dalam beberapa jam.

Kehebatan Ilmu Allah :
Coba perhatikan petikan ayat ke-17 :
“Kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri.”

Dalam medis pun sinar matahari dianggap penting untuk pembersihan, penguatan tulang & kulit dan manfaat lainnya.

Dalam tafsir Al-Qurthubi mengatakan,”Ayat ‘bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri‘, maksudnya adalah bagian kiri matahari mengenai mereka karena sengatannya. Sinar matahari memperbaiki tubuh mereka. Ayat itu dalam hal ini menegaskan bahwa Allah SWT menempatkan mereka di gua yang karakteristiknya unik. Mungkin jika arsitektur gua yang berbeda hasil akhirnya bisa jadi berbeda. Malah, bisa-bisa tubuh terpanggang gara-gara matahari siang!

Lihatlah betapa Maha Besarnya Allah SWT yang telah membuat mekanisme hibernasi begitu sempurna sehingga usia tak sedikitpun bertambah. Sebuah Rahasia Illahi tak tebantahkan yang terbukti pada diri manusia di dunia. Tetapi mengapa "kalian" dustakan ?


Sumber: http://situslakalaka.blogspot.com/2011/01/rahasia-tidur-ratusan-tahun-7-pemuda.html


10 Dosa Kaum Nabi Luth Yang Banyak Di Tiru Rakyat Indonesia

بـــــسم الله الرّ حـــــمن الرّحـــــيم



Nashir Bin Hamd al-Fadh, dalam karyanya berjudul "At-Tibyan fi Kufri Man A'ana al-Amrikan" menjelaskan 10 (sepuluh) kelakuan mungkar yang umum dilakukan umat Nabi Luth, yaitu :

Adakah kita bisa mengambil iktibar dari kejadian Umat Nabi Luth untuk kita bisa hindari dan mengubahnya menjadi sebuah kebaikan bagi kita , Bangsa Indonesia, yang terus dihantam Ujian dan Musibah ini ?

1. Mempermainkan burung merpati
Fungsi burung merpati zaman dahulu adalah sebagai pembawa pesan/kabar antar pulau. Dari wacana inilah kita bisa menyimpulkan bahwa Kabar disini bukanlah sembarang kabar, melainkan Kabar dari Sang Penguasa Alam, yaitu Al-Qur'an. Sifat Penolakan dari Masyarakat Indonesia yang majemuk kepada Al-Qur'an adalah SUMBER MURKA ALLAH NOMOR 1 DI INDONESIA.

Introspeksi :
Adanya JIL dan segolongan orang MENOLAK Hukum Syariat Islam. Seperti Hukum Waris, Jilbab, bahkan ada segolongan perempuan muslimah di Indonesia yang mengatasnamakan persamaan gender dengan menolak jilbab.

2. Memanah Buah-buahan
Buah-buahan disini adalah nikmat Allah secara materi dan ruhani. Memanah buah-buahan artinya membuang nikmat Allah dan menjadikannya permainan belaka. Nikmat Allah terbesar adalah Ad-Din Islam. Dan betapa banyak pemimpin rakyat Indonesia melecehkan para Ulama dengan menangkapnya berdasar tuduhan Teroris seperti Ustadz Abu Bakar Ba'asyir dan beberapa pemuda lainnya yang belum tentu kebenarannya.

3. Bertepuk tangan
Artinya bergembira ketika melihat maksiat dilakukan orang lain dengan alasan masing-masing memiliki urusan pribadi yang tidak boleh dilanggar Hak nya.

Ini juga bisa berarti mengadu domba antara pihak yang sedang bertikai/bermusuhan (dua telapak tangan beradu, mengeluarkan suara keras). Lihat saja, Islam dimusuhi dan dijadikan bemper teroris oleh kaum barat, dan celakanya pemimpin kita yang notabene muslim mengamini nya dan mengatakan bahwa mereka tidak rela jika syariat Islam dijalankan di Indonesia

4. Hidup Bermewah-Mewahan
Banyak kalangan pejabat dari eksekutif, legislatif yang melupakan janji-janji mereka saat kampanye, dengan memperkaya diri (illegal way, KKN) dan merendahkan kaum rakyat yang sudah memilihnya.

5. Rambut Gondrong
Sistem hukum, ekonomi, kehidupan pemerintahan dan rakyat bukan mengadaptasi dari Quran dan Sunnah melainkan dari hukum kolonialisme barat seperti : sekularisme (mendustakan kehidupan akhirat), liberalisme (kebebasan dalam segala hal, tidak perlu adanya hukum syariat Islam dan bebas dalam hidup ala yahudi )

Dan lihat saja, anak muda Islam Indonesia pun banyak berpenampilan macam kaum barat dan juga berpikiran (fikroh) model free sex, dan keburukan-keburukan lain yang dianggap mereka adalah kemajuan zaman dan pola hidup yang ideal.

6. Meletuskan sesuatu dikunyah
Ini simbol dari banyaknya FITNAH, GHIBAH, DAN ISYU GLOBAL yang disukai dan dijadikan panutan ketimbang Qur'an dan Sunnah.

Tingginya rating televisi saat Infotainment dan acara sinetron yang menyajikan cinta monyet dan gombal merasuki kehidupan remaja muslim Indonesia dan ibu-ibu rumah tangga.

Kemudian isyu-isyu tersebut tiba-tiba mencuat ke permukaan dan menimbulkan kecemasan masyarakat dalam kehidupan beragama. Contoh banyak munculnya nabi baru, dan aliran sesat baru lainnya. Banyaknya yang mengklaim bahwa mereka adalah ISLAM paling benar dan HAQ, dan kaum muslim yang tidak tergabung dalam komunitas mereka adalah KAFIR/SESAT seperti LDII dll.

7. Menjuraikan KAIN
Kain berfungsi sebagai penutup aurat dan menjaga kesehatan. Ini juga bisa berarti bahwa hidup dalam bidang apapun masyarakat kita sudah berlebih-lebihan, contoh dalam berpakaian, bersikap kepada musuh/lawan, mengadili seseorang bersalah dll

8. Menggusur atau Menyita Rumah Orang Lain
Ini bukan simbol, tapi kenyataan sudah terjadi banyak akhir-akhir ini. Lihat saja, banyak rakyat menangis, ketakutan dan menjadi tuna wisma karena rumah mereka digusur dan diusir, padahal mereka memiliki status tanah sah di mata hukum.

9. Homoseks/Lesbian
Inilah dosa utama kaum Nabi Luth yang lantas diazab oleh Allah dengan segera. Bahkan konon , tidak ada satu penduduk negeri Sodom yang ditinggalkan oleh Allah, sampai-sampai pedagang Sodom yang sedang berdagang di negeri Syam ditunggu Allah kedatangannya untuk diazab bersama kaum Luth yang lain.

10. Minum minuman keras
Inilah pangkal dari maksiat. Karena miras bisa membawa kepada keburukan / maksiat yang lain yang dimurkai Allah. Dan Indonesia ternyata belum sepenuhnya bebas MIRAS DAN NARKOBA.


Mari kita perhatikan Firman Allah dalam Qur'an Surat Ibrahim (14) No. Ayat : 28


أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ بَدَّلُواْ نِعْمَةَ اللّهِ كُفْراً وَأَحَلُّواْ قَوْمَهُمْ دَارَ الْبَوَارِ

Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar ni'mat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan.





Sumber: http://situslakalaka.blogspot.com/2011/01/10-dosa-kaum-nabi-luth-yang-banyak.html
  


 

Cinta Islami 2011 | Design Editing by Ahmad Raziq